SPLITER

DENGAN IMAN DAN TAQWA MEWUJUDKAN PEMERINTAHAN RAHMATAN LIL ALAMIN

Rabu, 18 Juli 2012

PAWAI TARHIB RAMADHAN 1433 H KOTA SUKABUMI

Sukabumi (MURAZ CENTER News) - Ribuan  warga dari berbagai pelosok  Kota Sukabumi mengikuti Pawai Tahrib Ramadhan dengan mengelilingi kota Sukabumi, Rabu. 18 juli 2012 bertepat di lapangan Merdeka Kota Sukabumi dilepas oleh Kapolresta Sukabumi, AKBP. URIP WITNU LAKSANA

 Pimpinan IPSI Pengcab Kota Sukabumi











Pawai Tarhib Ramadhan ini digelar setiap tahun untuk menyambut datangnya Ramadhan dan sebagai ajang untuk saling menghormati dan menghargai dengan umat lain.

"Kurang lebih Sekitar 22 ribu baik dari warga biasa, pelajar, TNI, Polri, LSM, dan organisasi kemasyarakatan mengikuti acara rutin tahunan yang kami beri nama Pawai Tahrib," kata Seketaris Panitia Pawai Tahrib, Ade Djuanda, Rabu.

PAWAI TARHIB RAMADHAN 1433 H KOTA SUKABUMI di ikuti juga Oleh Ikatan Pencak silat indonessia Pencab Kota Sukabumi bersama Ketua Umum Pengcab IPSI Kota Sukabumi H. Mohamad Muraz, SH. MM dan Para tokoh dunia persilatan di kota sukabumi. Pawai tersebut diisi dengan berbagai pertunjukan dari para pendekar silat kota sukabumi  seperti permainan bola api atau Boles (Bola lengen seneu), cambuk api, dan debus, juga penampilan drum band dan Group Marawis.

menurut Opan Sopandi dan Heri, salah seorang peserta pawai, memaknai kegiatan pawai ini sebagai bentuk rasa bahagia atas datangnya Bulan Ramadhan Bulan yang penuh keberkahan.

Hampir tiap tahun ia dan anggota IPSI lainya selalu ikut memeriahkan pawai Tarhib Ramadhan, ternyata menyenngkan bisa bersilahturahmi dengan seluruh lapisan masyarakat, "tambah Opan sopandi dan heri yang merupakan salah satu pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia Cabang kota Sukabumi. 

Sementara itu, pada acara ini, Pemkot, Polres Sukabumi, dan ormas islam, serta Satpol PP sepakat untuk melakukan patroli bersama mencegah aksi penyisiran oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.


Sabtu, 14 Juli 2012

HOME


PUTRA DAERAH, JUJUR, ADIL, PROPESIONALDAN TAAT HUKUM

             




Senin, 09 Juli 2012

PRESTASI IPSI KOTA SUKABUMI

H. MOHAMAD MURAZ, SH. MM. KETUA PENGCAB IPSI KOTA SUKABUMI

I P S I KOTA SUKABUMI Pecahkan Rekor Muri Pencak Silat Dengan Peserta Terbanyak

Gambar
H. Mohamad Muraz, SH. MM. Ketua Umum Pengurus Cabang IPSI Kota Sukabumi beserta anggota Pengurus Cabang IPSI Kota Sukabumi
Muraz Center
Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Sukabumi ke 93 tgl 01 April 2007, salah satu kegiatannya menampilkan Gebyar Ibing Pencak Silat oleh Pengcab IPSI Kota Sukabumi yg diikuti oleh masyarakat, guru dan siswa SD,SMP,SMA sebanyak 8.834 peserta. kegiatan ini diselenggarakan Walikota Sukabumi (H. Mokh. Muslikh Abdussyukur SH,MSi) bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kota Sukabumi dan Ketua Umum Pengurus Cabang IPSI Kota Sukabumi (H. Mohammad Muraz, SH.MM). Adapun acara penyerahan sertifikat MURI berlangsung di Sukabumi pada 01 April 2007 yang bertepatan dengan hari Jadi kota Sukabumi ke 93. Dengan di raihnya rekor MURI ini diharapkan Pencak Silat selaku Kesenian, Tradisi dan kebudayaan Masyarakat Jawa Barat (SUNDA Khususnya) Umumnya Kebudayaan Indonesia dapat di jaga, di lestarikan sebagai sebuah aset bangsa kita dan bisa menumbuh kembangkan Pencak silat ini kepada generasi Muda sebagai warisan kebudayaan.



                acara ini diharapkan dapat berperan dalam melestarikan seni budaya," yang di support penuh oleh Ketua Umum IPSI dan PPSI Kota Sukabumi yang juga selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi Bapak   H. Mohamad Muraz SH. MM

Prestasi IPSI Kota Sukabumi memang cukup membanggakan, selain pembinaan yang teratur dalam rangka mempersiapkan bibit terbaik untuk diikutsertakan dalam event-event wilayah dan nasional, IPSI Kota Sukabumi merupakan satu-satunya di Indonesia yang meraih MURI 8840 Wiragarasa, yaitu semua pesilat dari berbagai paguron memiliki 1 gerakan sama. Selain itu, satu-satunya Kota di Indonesia yang memasukan pelajaran Pencak Silat sebagai Muatan lokal di SD/SLTP/SLTA.

Sabtu, 07 Juli 2012

Sejarah Tenis Meja

SEJARAH OLAH RAGA TENIS MEJA
Oleh :
H. MOHAMAD MURAZ, SH. MM.
( Ketua Umum Pengda PTMSI Kota Sukabumi )


Tenis meja adalah suatu cabang olahraga yang tidak mengenal batas umur, anak –anak maupun orang dewasa dapat bermain bersama. Dapat dianggap sebagai acara rekreasi, dapat juga dianggap sebagai olahraga atletik yang harus ditanggulangi dengan bersungguh-sungguh. Tetapi kalau kita ingin menguasai pingpong sebagai olahraga, maka mau tak mau kita harus mempelajari dan memahami berbagai stroke (pukulan) yang ada, kita harus menguasai juga berbagai style permainan yang utama, tak mungkin bermain pingpong dengan baik tanpa mengetahui dasar-dasarnya.

Berawal dari sebuah permainan yang bersifat rekreasi, ping pong atau tenis meja menjadi olahraga serius yang turut dilombakan di ajang Olimpiade. Peminatnya pun tak sebatas pada para atlet tenis meja, tetapi merambah juga hingga ke klub atau perkumpulan nonformal di masyarakat.





Sejarah tenis meja sendiri berawal di Inggris. Situs pongworld menyebutkan bahwa ping pong dimulai sebagai hobi sosial di Inggris yang mencuat akhir 1800-an. Meja makan dan bola yang terbuat dari gabus menjadi perangkat pertama yang digunakan. Boleh jadi mereka menyebut permainan itu sebagai gossima, flim-flam, atau ping pong.

Ketika abad berganti, permainan itu pun mengalami sejumlah perubahan di Inggris. Belakangan, ada yang memperkenalkan bola seluloid pada permainan itu, sedangkan yang lain menambahkan karet pada bet yang terbuat dari kayu. Namun, belakangan seperti dilansir situs geocities.com, olahraga ini juga populer di Amerika Serikat (AS) sekitar 1900-an.

Sayang, permainan ini mulai kehilangan popularitas. Tapi secara bersamaan muncul satu gerakan simultan yang dimulai dari sejumlah kawasan di dunia berupaya menghidupkan kembali ping pong sebagai olahraga serius pada 1922.

Hasilnya, terbentuklah Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF) yang terdiri atas 140 negara anggota pada 1926. ITTF juga menjadi sponsor individu dan tim yang bermain di kejuaraan dunia yang diselenggarakan dua tahun sekali.

Olahraga ini pun segera menyebar ke Jepang dan negara Asia lain. Jepang pun mendominasi olahraga tersebut pada 1950-1960-an. Namun, Cina langsung mengejar ketertinggalan. Sekitar 1960-an dan 1970-an, Cina menguasai sendiri tenis meja. Tapi, setelah tenis meja menjadi cabang olahraga yang dilombakan di Olimpiade pada 1980-an, negara lain seperti Swedia dan Korea Selatan turut masuk dalam jajaran papan atas dunia.

Istilah kata ping pong merupakan nama resmi dari tenis meja untuk Republik Rakyat Cina, namun di Indonesia juga tidak asing lagi dengan istilah ping pong. Permainan ping pong sama dengan permainan badminton yaitu menggunakan raket, namun raket bola ping pong terbuat dari papan dan dilapisi dengan karet atau sering disebut bat (baca bet). Sejarah tenis meja masuk ke asia melalui Republik Rakyat Cina, Jepang dan Korea. Negara-negara tersebut merupakan pelopor perkembangan tenis meja di Asia. Sedangkan sejarah tenis meja di Indonesia baru dikenal pada tahun 1930. Pada masa itu hanya dilakukan di balai-balai pertemuan orang-orang Belanda sebagi suatu permainan rekreasi. Pada tahun 1939 sebelum perang dunia ke II para tokoh petinis meja indonesia mendirikan PPPSI (Persatuan Ping Pong Seluruh Indonesia). Dan sejak itu, Perkembangan tenis meja di Indonesia hingga sekarang bisa dikatakan cukup pesat.

Permainan tenis meja masuk Asia Selain India setelah tahun 1910. Namun usaha-usaha terorganisir untuk memperkokoh kepentingan tenis meja baru berakar pada waktu diselenggarakannya kejuaraan dunia di Bombay pada bulan Februari 1952. Negara-negara Asia sebagai peserta di dalam kejuaraan dunia tersebut memutuskan untuk membentuk federasi tenis meja asia yang dalam bahasa inggris lebih dikenal dangan The Table Tennis Federation of Asia(TTFA). Federasi ini telah menyelenggarakan dangan sukses 10 kejuaraan Asia, yaitu :

Ke 1 di Singapura tahun 1952.
Ke 2 di Tokyo tahun 1953.
Ke 3 di Singapura tahun 1954.
Ke 4 di Manila tahun 1957.
Ke 5 di Bombay tahun 1960.
Ke 6 di Manila tahun 1963.
Ke 7 di Seoul tahun 1964.
Ke 8 di Singapura tahun 1967.
Ke 9 di Jakarta tahun 1969.
Ke 10 di Nagoya tahun 1970.

Awal Olahraga Tenis Meja Masuk Indonesia
Permainan tenis meja di Indonesia baru dikenal pada tahun 1930. Pada masa itu hanya dilakukan di balai-balai pertemuan orang-orang Belanda sebagi suatu permainan rekreasi.Hanya golongan tertentu saja dari golongan pribumi yang boleh ikut latihan, antara lain keluarga pamong yang menjadi anggota dari balai pertemuan tersebut.Sebelum perang dunia ke II pecah, tepatnya tahun 1939, tokoh-tokoh pertenismejaan mendirikan PPPSI (Persatuan Ping Pong Seluruh Indonesia).Pada tahun 1958 dalam kongresnya di Surakarta PPPSI mengalami perubahan nama menjadi PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia).

Tahun 1960 PTMSI telah menjadi anggota federasi tenis meja Asia, yaitu TTFA (Table Tennis Federation of Asia).Perkembangan tenis meja di Indonesia sejak berdirinya PPPSI hingga sekarang bisa dikatakan cukup pesati. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya perkumpulan-perkumpulan tenis meja yang berdiri, serta banyaknya pertandingan tenis meja yang dilakukan, misalnya dalam arena : PORDA, PON, POMDA, POSENI di tingkat SD, SLTP, SLTA serta pertandingan-pertandingan yang diselenggarakan oleh perkumpulan-perkumpulan tenis meja, instansi pemerintah atau swasta atau karang taruna dll.

Indonesia selalu di undang dalam kejuaraan-kejuaraan dunia resmi setelah Indonesia terdaftar sebagai anggota ITTF pada tahun 1961.Selain kegiatan-kegiatan pertandingan tersebut, hal lain yang patut dicatat dalam perkembangan pertenismejaan nasional adalah berdirinya Silatama (Sirkuit Laga Tenis Meja Utama) yang dimulai pada awal tahun 1983, yang diiselenggarakan setiap 3 bulan sekali serta Silataruna yang kegiatannya dimulai sejak 1986 setiap 6 bulan sekali.



Peralatan Permainan

[sunting]Raket

Raket terbuat dari lapisan kayu tipis yang pada permukaannya dilapisi karet khusus. Ukuran panjangnya adalah 6.5 inchi (16.5 cm) dan lebar 6 inchi (15 cm). Lapisan tipis ini bisa di tambahkan lapisan fiber glas, karbon atau bahan lain sehingga bat menjadi ringan dan tahan getar.

[sunting]Bola

Bola tenis meja berdiameter 40 mm berat 2,7 gram.[3] Biasanya berwarana putih atau orange dan terbuat dari bahan selluloid yang ringan. Pantulan bola yang baik apabila djatuhkan dari ketinggian 30,5 cm akan menghasilkan ketinggian pantulan pertama antara 24-26 cm. Pada bola pingpong biasanaya ada tanda bintang dari bintang 1 hingga bintang 3, dan tanda bintang 3 inilah yang menunjukan kualitas tertinggi dari bola tersebut yang biasanya digunakan dalam turnamen-turnamen resmi.

[sunting]Meja lapangan

Ukuran lapangan tenis meja

Pegangan forehand

Pegangan backhand

[sunting]Cara bermain

Permainan tunggal
  • Setiap bola mati menghasilkan nilai satu.
  • Servis berganti pemain setiap mencapai poin kelipatan 2.
  • Pemegang servis bebas menempatkan bola dari segala penjuru lapangan.
  • Permainan satu set berakhir apabila pemain mencapai nilai 11, dan kemenangan diraih apabila mencapai 3 atau 4 kali kemenangan set.
  • Apabila terjadi deuce, permainan berakhir jika selisih nilai adalah 2. misal: 15-13, 18-16
Permainan Tenis Meja ganda
Permainan ganda
  • Setiap bola mati menghasilkan nilai satu.
  • Servis bergantian setiap poin kelipatan 5.
  • Pemain bergantian menerima bola dari lawan
  • Pemegang servis hanya bisa menempatkan bola ke ruang kamar sebelah kanan lawan.
  • Permainan satu set berakhir apabila pemain mencapai nilai 11, dan kemenangan diraih apabila mencapai 3 atau 4 kali kemenangan set.
  • Apabila terjadi deuce, permainan berakhir jika selisih nilai adalah 2. misal: 15-13, 18-16

[sunting]Pemain tenis meja terkenal Internasional

  • Jan Ove Waldner (P)
  • Liu Guoliang (P)
  • Wang Liqin (P)
  • Deng Yaping (W)
  • Wang Nan (W)
  • Zhang Yining (W)

Pemain tenis meja terkenal dari Indonesia

[sunting]

  • Anton Suseno (P)
  • Yon Mardiyono (P)
  • Ismu Harinto (P)
  • Rossi Pratiwi (W)
  • Ling-ling Agustin (W)